Khutbah Jum’at (Indahnya Hidup Sederhana)

0
48

إِنَّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا
يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ …  

Hadirin yang dirahmati Allah

Puji syukur marilah kita sampaikan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kekuatan iman kepada kita, sehingga kita dapat tetap istiqomah melakukan ibadah kepada Allah. Shalawat dan salam marilah kita mohonkan kepada Allah SWT agar dilimpahkan kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW yang telah berjuang dengan segenap waktu dan tenaga dan pikirannya, sehingga Islam hadir membawa rahmat bagi alam semesta.

Islam sebagai agama yang hak dan berwawasan universal, telah memerdekan akal dan pikiran manusia agar mampu memilih dan memilah bagaimana tatacara kehidupan yang dapat membawa kebahagiaan hidup tidak hanya di dunia yang bersifat fana dan sementara, tapi lebih menguatamakan kebahagiaan hidup nanti di akhirat yang kekal dan abadi.

Hadirin yang dirahmati Allah

Islam sejak awal telah memberi arah agar setiap muslim mampu mengelola kehidupannya dengan pola hidup yang sederhana. Pengertian sederhana adalah; seimbang, serasi dan selaras baik dilihat dari sudut pisik material maupun mental spritual. Sayang dalam pergaulan sehari-hari kita mudah terpancing untuk meniru tanpa seleksi ketika melihat teman sejawat di tempat kerja atau tetangga dikomplek perumahan tampil memamerkan sesuatu yang mencengangkan. Mungkin dalam penampilan berpakaian atau bergaya  dan bersikap. Padahal sifat seperti itu disebut ‘ujub atau takabur. yang tak perlu dicontoh. Dalam sebuah hadis, Rasulullah mengingatkan ada tiga perkara yang membuat manusia celaka; yaitu: “Kikir yang diikuti, hawa nafsu yang diperturutkan dan   ta’ajub (tercengang) pada kelebihan diri sendiri”.

Hadirin yang dirahmati Allah

Oleh karena itu, marilah kita berusaha membangun lingkungan yang mampu hidup sederhana, dengan menanamkan sifat “Qana’ah”. Artinya merasa puas dan bersyukur dengan nikmat Allah yang sudah ada, karena apa yang dimiliki sudah memadai bahkan mungkin berlebih. Ciri orang yang bersyukur  diantaranya mampu melihat ke bawah,  sebab masih banyak orang yang hidupnya lebih menderita, lebih miskin dan melarat. Dengan demikian terketoklah hati kita untuk berbagi kebahagiaan dengan kaun dhu’afaa yang masih banyak jumlahnya di skeitar kita. mereka sangat membutuhkan uluran tangan para aghniyak.

Hadirin yang dirahmati Allah

Kondisi ekonomi umat yang masih belum bangkit, terutama bagi saudara-saudara kita yang tergolong dhu’afaa, terasa semakin sulit untuk memenuhi biaya hidup apalagi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan dan ibadah, karena biaya hidup semakin mahal. Di sisi lain masih ada saudara-saudara kita yang tidak peduli lingkungan, tidak ramah dan tidak santun dalam bertetangga. Padahal telah diberi Allah berbagai macam sumber rezki melebihi dari kebutuhan pokoknya. Sadarilah, Rasulullah SAW bersabda “bahwa tangan yang di atas itu(pemberi) lebih mulia dari tangan di bawah (penerima)”. Seminimal-minimal sikap yang harus dibangun  adalah; menampakkan diri hidup dalam kebersamaan dan saling pengertian dalam nuansa ukhuwah Islamiyah. Rasulullah SAW bersabda; “Tidaklah sempurna iman seseorang, manakala ia belum mencintai saudaranya se iman sama dengan mencintai dirinya sendiri”.

Lihatlah isi lemari dan koper, mungkin banyak pakaian sudah menumpuk, banyak sepatu dan sendal tak terpakai, sedang kualitasnya masih bagus dan kuat. Pilihlah dengan hati yang ikhlas, kemudian serahkanlah kepada karib kerabat dan tetangga yang membutuhkan. Tahan dan kendalikanlah diri untuk tidak lagi memperturutkan hawa nafsu menumpuk-numpuk harta kekayaan. Sebaliknya biasakanlah diri  untuk  menikmati rezki pemberian Allah yang telah diterima secara rutin dengan penuh kesyukuran yang mendalam. Berhentilah berpoya-poya dengan memperturutkan  serba model apalagi asesoris yang serba mahal. Janganlah masih berniat untuk mengirim karangan bunga sebagai ucapan selamat atau duka yang dilatar belakangi karena gengsi dan terima kasih yang serba semu dan dalam niat yang tercemar. Ingat perilaku seperti itu jauh dari keikhlasan dan termasuk mubazir yang dilarang agama.

Allah SWT, tidak menyukai sifat berlebih-lebihan, sebagaimana yang disinggung dalam al-Qur’an:

“Dan janganlah kamu sekalian berbuat israf (berlebih-lebihan), sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan)” . (Q.S.Al-An’am: 141).

“Dan janganlah kamu berbuat mubazir, sesungguhnya orang-orang yang bebuat mubazir itu adalah teman-teman Syetan”. (Q.S.al-Isra: 26-27).

Hadirin yang dirahmati Allah

Demikianlah khutbah kita hari ini, mudah-mudahan ada manfaatnya bagi kita semua, terutama bagi khatib sendiri.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ

Khutbah Kedua

الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَافِ الأَنْبِيَاءِ وَالمرْسَلِيْنَ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

 إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ

اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ وَنَحْنُ نَعْلَمُ ، وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لاَ نَعْلَمُ

اَللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ الأَخْلاَقِ وَالأَعْمَالِ وَالأَهْوَاءِ

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن.

وَالْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Oleh : ROSYID MUHAMMADI, S.Pd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here